Sabtu, 18 Januari 2020 1 Comments

Meramu Hidup #CoretanOo #28

"Meramu Hidup"
Dengan ontelnya yang sudah usang, lelaki paruh baya itu berusaha menjajakan dagangannya, dari satu warung ke warung lainnya yang berjarak 30-an kilometer. Kelebatan kendaraan bermotor roda dua yang disaksikannya berseliweran tiap hari di hadapannya, sama sekali tak memikat di hatinya. Laju sepeda motor yang tentu lebih cepat dibanding sepeda tuanya, sama sekali tidak menggiurkannya. Dia lebih asyik menikmati ontelnya yang sudah berjasa menghidupi anak dan istrinya selama belasan tahun dengan berjualan kerupuk itu.

Langkah sepedanya yang pelan, ternyata mewujud pula dalam perilakunya yang kalem dan tenang. Itulah yang terjadi manakala waktu shalat tiba, Zhuhur atau Ashar. Entah kerupuknya masih menggunung setinggi 1,5 meter, maupun setengahnya, dia selalu singgah di masjid. Bahkan, lima atau 10 menit sebelum tiba waktu shalat, dia sudah duduk tafakur di rumah Allah itu, menanti azan dikumandangkan. Sesungging senyum, dia tebarkan manakala berjumpa dengan orang lain. Dari perilakunya, sama sekali tak terlihat gaya orang yang sedang dikejar setoran.

Setelah menunaikan shalat, biasanya seusai shalat Zhuhur, lalu bakdiah Zhuhur, dia mengambil posisi di sudut masjid. Kemudian pria yang rambutnya sebagian telah memutih itu pun merebahkan tubuhnya seenaknya. Tidur, berbantalkan handuk kecil yang biasa melingkari lehernya. Kalau ada kipas angin masjid yang dihidupkan, biasanya dia mengambil tempat di bawahnya. Mungkin agar terasa lebih sejuk dan membangkitkan pulasnya tidur.

Tapi, dia sendiri tak pernah kelihatan menghidupkan kipas angin tersebut. Dia menyadari benar etika seorang musafir, kendati jamaah atau mukimin di situ sudah menganggap dia sebagai bagian dari jamaah masjid, karena seringnya ikut shalat berjamaah, terutama Zhuhur dan Ashar.

Setelah shalat dan tubuh kembali fresh, dia kembali mengayuh sepedanya untuk mencari karunia Ilahi di muka bumi. Entah, berapa warung lagi yang harus dia datangi dan tawari kerupuknya. Jam berapa pula dia kembali pulang, menemui keluarga tercintanya.

***

Selain lelaki ini telah berjasa pada negeri, yang telah menciptakan lapangan pekerjaan, meski hanya untuk dirinya sendiri. Namun, pelajaran yang tak kurang nilainya adalah bagaimana dia membingkai dan meramu hidup ini  dengan indahnya. Bagaimana dia merangkai aktivitas hariannya menjadi sebuah paduan harmoni yang manis dalam konteks ibadahnya pada Allah, baik secara vertikal  maupun horizontal.

Lelaki sederhana ini mengajarkan banyak hal; tentang kesederhanaan, tawakal, sikap tidak tergopoh-gopoh (karena itu datang dari setan), tidur siang agar bisa qiyamullail (bangun malam), shalat di awal waktu dan berjamaah, serta tentang manajemen waktu. Banyak ayat Alquran yang menerangkan pentingnya hal-hal tersebut di atas. Salah satunya surah al-Ashr yang bercerita soal waktu.

Ketika banyak orang kacau-balau dan tidak tepat waktu dalam shalatnya, dengan dalih banyak pekerjaan atau waktu mepet, lelaki sederhana ini justru piawai sekali dalam menjadikan waktu-waktu shalat sebagai pemandu dari aktivitas hariannya.

***

Edited By: @makmunnawawi & @SatyaOo
Sabtu, 11 Januari 2020 2 Comments

RAHASIA KECERDASAN BJ HABIBIE YANG TAK TERUNGKAP #CoretanOo #27

RAHASIA KECERDASAN BJ HABIBIE YANG TAK TERUNGKAP
sumber: Kompas.com

******

Dalam suatu kesempatan, saya pernah menghadiri sebuah kajian Ustadz Bachtiar Nasir, Lc pada saat itu disebuah masjid daerah Bandung. Ada cerita menarik yang disampaika oleh Ust Bachtiar tentang sosok Eyang Habibie.

Sebagaimana yang kita ketahui, sosok Habibie lahir dari keluarga yang religius, Ayahnya bahkan wafat ketika mengimami shalat keluarganya, tak kurang dari 2 juz dalam sehari Ayahnya membaca Al-Quran. Jangan tanya keshalihan Ibu nya. Beliau Ahli Ta'lim, dalam sepekan tak pernah dilewati kecuali khatam Al-Qur'an.

Suatu ketika Pak Habibie bertutur tentang kisah perjuangannya selama di Jerman. Beliau berkompetisi dengan 2 orang Yahudi. Yang mana... 2 orang Yahudi ini selalu menjadi juara di kelasnya. Sampai suatu ketika, Eyang Habibie merasa penasaran rahasia apa sih yang membuat mereka itu begitu cerdas, padahal Eyang Habibie sudah begitu keras dan mati-matian dalam belajar.

Sampai akhirnya dia bertanya ke orang Yahudi itu apa rahasia mereka bisa pintar? Diajaknyalah Habibie menginap di Asrama Yahudi tersebut. Ketika menginap disana, Pak Habibie kaget... karena jam 2 malam. Orang Yahudi itu sudah bangun, membaca buku, belajar.

Didekatinya diam-diam. Lalu ditanyakan kepada orang Yahudi tersebut buku itu. Kamu membaca apa? Orang Yahudi itu kaget, terperanjat, dengan segera buku itu disembunyikan disebalik badannya.

Setelah lama berkutat, akhirnya pak Habibie mendapatkannya. Ketika di buka ternyata itu adalah Al-Qur'an. Betapa kagetnya Pak Habibie. Lalu ia berkata, "Ini kan Al-Quran, kitab suci saya, kitab suci ummat Islam kenapa kamu baca ini?"

Orang Yahudi tersebut kemudian berkata, "Rudy... Seandainya ummat Islam membaca Al-Qur'an dan menaruh perhatian kepadanya, maka niscaya mereka tidak akan pernah bisa dikalahkan, Inilah kunci kesuksesan ummat Islam, yang ditinggalkan oleh ummat Islam sendiri"

Akhirnya setelah menyadari hal itu, setiap jam 2 malam Pak Habibie selalu bangun, mandi, shalat tahajjud dan membaca Al-Quran, istiqamah dalam rutinitasnya.

Kita pun bisa menemukan keshalihan yang lainnya, Pak Habibie suatu ketika ditanya, "Disisa waktu-waktu yang Eyang miliki, mau dipakai apakah waktu yang sangat terbatas ini?"

Eyang dengan nada khasnya menjawab, "Saya akan habiskan waktu untuk membuat pesawat R80, agar Bangsa Indonesia bisa memiliki pesawat sendiri.. Sebagian waktu yang lain, akan Eyang gunakan untuk membaca Al-Quran sebanyak-banyaknya. Eyang ingin bertemu dengan Ibu Ainun, Ibu Ainun itu orang yang baik, orang yang shalih, rajin beribadah, saya yakin Ibu Ainun ada di Surga. Maka saya harus membaca Al-Qur'an untuk memantaskan diri, supaya bisa bertemu Ibu Ainun di surga.


Dalam sebuah kesempatan Konfrensi di Mesir, Pak Habibie pernah berkata, "Saya ini adalah seorang teknokrat, saya bisa membuat pesawat terbang, saya memiliki ilmu itu. Tapi setelah saya sadari, bahwa ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu Ilmu Agama"

Ustadz Adi Hidayat, Lc MA pun pernah bercerita tentang kedahsyatan Pak Habibie ini, semata-mata karena didikan orang tua yang mendidik Pak Habibie seperti Imam Nawawi, gemar belajar, ibadah dan membaca buku.


Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, siapapun yang dekat dengan Al-Quran akan diberkahi dan teranugerahi kecerdasan yang luar biasa. Sosok Eyang Habibie saya rasa salah satunya.

Masyaa Allah...
Hari ini kita kehilangan sumber mata air Indonesia. Semoga kedepan Indonesia bisa kembali teranugerahi sosok seperti Pak Habibie.

Alfatihah.....

Edited by: @Wildannugraha & @SatyaOo
Senin, 18 November 2019 0 Comments

B E N I H #CoretanOo #26

B E N I H
                                                                             


Seorang DIREKTUR Bermaksud Untuk Mundur Dari Perusahaan, Dan ingin Menyerahkan Jabatannya tsb. Kepada Salah Seorang Staf Terbaiknya.

Untuk itu Ia Memanggil Seluruh Staf, Memberikan Masing2 sebutir Benih :

" Rawat, Pupuk, Siram Dengan Teratur Benih ini dan Kembalilah
3 Bulan Dari Sekarang Dengan Membawa Tanaman Yang Tumbuh Dari Benih ini"

" YANG TERBAIK, Akan Menjadi Penggantiku Sebagai Direktur di Perusahaan ini."

Salah Seorang Staf, Bernama AHMAD Yang Juga Mendapat Benih tsb, Langsung Pulang ke Rumah dan Merawat Dengan Penuh Disiplin Benih Tanaman tsb. Setiap Hari Benih itu ia Siram Dengan Air Dan Diberinya Pupuk.

Setelah 3 Bulan, di Kantor Perusahaan, Semua Orang Saling Membicarakan Kehebatan Tanaman Mereka Yang Tumbuh Dari Benih Tsb.

Ternyata Hanya Benih Tanaman AHMAD Yang Tanamannya Tidak Tumbuh Sama Sekali.

Ahmad Merasa Telah Gagal.
Setelah 3 Bulan, Seluruh Staf Memperlihatkan Hasil Benih Tersebut.

Ahmad Berkata Kepada Istrinya Bahwa ia Tidak Akan Membawa Pot Yang Kosong Karena Bibitnya Busuk dan Tidak Bisa Tumbuh.

Namun Istrinya Mendorong Untuk Tetap Membawa Pot Kosong Tsb. Apa Adanya Untuk Memenuhi Janji Kepada Direktur 3 Bulan Yang Lalu.

"Bawa Saja Bang, Meskipun Abang Gagal Untuk Bisa Menumbuhkan Benih Padi Tsb, Paling Tidak Bang Ahmad Sudah Menunjukan I'tikad Baik Sudah Berusaha Semaksimal Mungkin Merawatnya Sesuai Dengan Permintaan  Direktur. " Demikian Kata Istrinya.

"Baiklah"
Jawab Ahmad, Meskipun Dengan Hati Ciut Karena Merasa Tidak Bisa Melaksanakan Perintah Sang Direktur Dengan Se-baik2nya.

Masuk Ruang Breefing, Ahmad Membawa Pot Kosong. Seluruh Mata Memandangnya Kasihan.

Ketika Direktur Masuk Ruangan Ia Memandang Keindahan Seluruh Tanaman Yang Katanya Hasil Dari Benih2 Yang Diberikan Direktur 3 Bulan Yang Lalu itu, Hingga Akhirnya Berhenti di Depan AHMAD Yang Tertunduk Malu.

Sang Direktur Memintanya ke Depan & AHMAD Disuruh Menceritakan Secara Kronologis Proses Penanamannya Sampai Tidak Bisa Tumbuh..???

Ketika AHMAD Selesai Cerita, Direktur Berkata Dengan Antusias,
"Beri Tepuk Tangan Untuk AHMAD , Direktur Kita Yang Baru Sekarang "

Sang Direktur Kemudian Menceritakan :
"Semua Benih Yang Kuberikan Kepada Kalian, Sebelumnya Telah KUREBUS Dengan AIR PANAS Hingga Mati & Tidak Mungkin Tumbuh Lagi. Jika Benih Kalian Dapat Tumbuh, Berarti Kalian Telah Menukarnya & Berbohong Padaku. Kecuali AHMAD, Ternyata Hanya Dia Yang JUJUR".

MORAL STORY :
Taburlah KEJUJURAN, Karena Dengan Menabur Kejujuran Akan Menuai KEPERCAYAAN.

Jangan Pernah Takut BERBUAT JUJUR.
Tapi Takutlah Jika Anda Berbuat TIDAK JUJUR.

Dibalik sukses yang diraih AHMAD.
Ada seorang Yang Hebat Lagi yaitu Isterinya AHMAD.
Hanya PEREMPUAN Hebatlah Yang Bisa Memberi Dorongan Semangat Suaminya Untuk Selalu Menjaga Integritasnya!

Selalu Ada Tempat Buat Orang JUJUR...PERCAYALAH ...!!!
Jumat, 30 Agustus 2019 0 Comments

Beriman Pada Hari Akhir #CoretanOo #25

"Beriman Pada Hari Akhir"
***

Pernahkah kita mengantri dalam kemacetan yang sangat panjang ketika dalam perjalanan, seperti ketika mudik? Bukankah mengantri beberapa jam saja sudah membuat kita kadang merasa tidak tahan dan kesal?

Lantas, bagaimana ketika kita mengantri di “hari perhitungan” nanti?

Pada akhirnya, setiap orang akan mengantri, untuk ditanya setiap amalan di dunia, maka berapa lama kita mengantri?

Hari ini, ada 7 milyar penduduk di muka bumi. Bayangkan, jika kita berada di urutan terakhir, berapa lama kita harus menunggu?

Andai, setiap orang itu dihisab 1 detik saja, maka kita perlu menunggu selama 7 milyar detik, atau sekitar 200 tahun lamanya. Itu pun, kalau 1 detik.

Sedangkan, setiap manusia, dihisab sesuai lama usia hidupnya.

Sedangkan, manusia yang dihisab tidak hanya dari generasi kita, tapi dari generasi Adam _alayhi salam_ hingga kiamat nanti.

Sedangkan, kita tidak tahu, akan berada di urutan ke berapakah kita nanti.

Maka, berapa lama kita akan mengantri?

Kadang, ngantri di klinik, puskesmas, atau bank yang ada bisa duduk, ada AC, ada WiFi, bisa internetan, kadang menanti 4-5 nomer saja, membuat kita bete. Apalagi di padang mahsyar nanti. Di mana matahari berjarak beberapa jengkal saja.

***

Tapi ada pertanyaan yang justru harus lebih kita renungi,
Dalam kondisi apakah kita mengantri?

Ada orang-orang, yang mengantri dalam kepanasan, hingga mereka tenggelam dalam keringat mereka sendiri. Itu adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Allah, juga banyak melakukan dosa dalam hidupnya. Bagi mereka, 1 detik saja begitu lama.

Ada pula, orang-orang, yang mengantri, namun mereka diberikan naungan. Yakni, tujuh orang yang mendapat naungan, juga orang-orang beriman, dan orang yang sering bertaubat. Bagi mereka, berapa lama pun tak terasa berat.

Dengan mengimani Hari Akhir, mempercayai adanya hari perhitungan amal, tentu akan membuat hati kita yang kadang menjauh, untuk kembali mengingat kepada Allah SWT

Karena sesungguhnya, kita ini di dunia hanya sebentar, maka manfaatkanlah dalam kebaikan, karena kita ini hanya sedang singgah, sebelum pulang kampung ke akhirat.

Sudah siap mengantri? Sudah cukup bekalnya?

***
Choqi Isyraqi
Edited By @SatyaOo
Selasa, 13 Agustus 2019 0 Comments

Akan Datang Yang Lebih Baik #CoretanOo #24


“Akan Datang Yang Lebih Baik“
Rendy Saputra,  28 Mei 2019

***

Selama isi hati kita baik, Allah janji akan memberikan yang lebih baik dari yang Dia ambil.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّمَن فِيٓ أَيۡدِيكُم مِّنَ ٱلۡأَسۡرَىٰٓ إِن يَعۡلَمِ ٱللَّهُ فِي قُلُوبِكُمۡ خَيۡرٗا يُؤۡتِكُمۡ خَيۡرٗا مِّمَّآ أُخِذَ مِنكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Surah Al-Anfal: 70)

Fii qulubikum khaira. Ada kebaikan di hatimu.

Ada keridhaan pada takdir yang sudah Allah tetapkan.Ada maaf pada orang yang menzalimi dan menyakitimu.

Ada doa baik pada semua orang yang engkau kenal. Ada sangka baik pada ketetapan Allah yang menurut logika tidak sesuai rencana diri.

Ada keinginan untuk taubat, meminta maaf pada orang yang pernah dan sedang kita sakiti.

Ada tekad untuk membayar kesalahan, hutang, kewajiban dan berbagai kekurangan diri yang orang lain meminta qishash.

Ada kesadaran untuk kembali kepada Allah, meniti jalan taubat, membayar khilaf khianat dengan amal saleh yang serius.

Ada rasa bahwa Allah Maha Menyayangi, Maha Pengasih, Maha Baik pada hamba-Nya.

***

Tenang saja Sahabat, selama ada kebaikan di hatimu. Cukuplah semua risaumu hilang saat ini juga. Karena sebentar lagi yang lebih baik akan datang.

Rezeki yang lebih baik. Pekerjaan yang lebih baik. Rumah tangga yang lebih baik. Sahabat yang lebih baik. Komunitas yang lebih baik. Kehidupan yang lebih baik.

Bukan janji Saya, tapi Allah yang berjanji. Maka cukuplah Allah yang menjamin benar janji-Nya

***
0 Comments

Me Time Sejati #CoretanOo #23


"Me Time' Sejati"
Salim A. Fillah, 8 Juni 2017

***

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia turunkan baginya bala' penyesak dada dan penumpah airmata, agar dapat Dia dengarkan keluh sedunya.

Sebab amat indah hati seorang hamba, yang takut tapi rindu, yang harap tapi malu, dan yang mencinta tapi merasa hina di hadapan-Nya.

Maka himpunlah semua duka dan galau kita, tumpahkan ia dalam sujud yang lama. Dan rasakan kesyahduan ketika kita luangkan waktu untuk diri, dengan mushaf tergenggam jemari, airmata mengaliri pipi, dan Allah hadir akbar-Nya dalam hati.

Duka seorang hamba, duka sedalam cinta, seperti diqasidahkan Imam Asy Syafi'i dengan merdu merasuk hati:

‏صبرًا جميلاً ما أقرب الفرجا
من راقب الله في الأمور نجا
من صدق الله لم ينله أذى
ومن رجاه يكون حيث رجا

"Pada sabar yang jelita, jalan keluar betapa dekatnya. Siapa merasai pengawasan-Nya, pasti selamat segalanya."

"Siapa jujur pada Allah takkan digapai bahaya. Dan siapa ber-asa pada-Nya, dia dapati Allah sesuai harapnya."

***
Minggu, 21 Juli 2019 0 Comments

Filosofi Elang #CoretanOo #22


                                                                  "FILOSOFI ELANG"

Seekor elang mampu hidup hingga usia 70 tahun. Tua banget kan? Tapi usia itu tidak dicapai dengan mudah lho. Ada cerita unik di balik usia panjang sang elang.

Pernahkah kalian mendengar istilah life begins at 40? Pepatah itu mengacu pada fase regenerasi elang. Jadi, ketika elang mencapai usia 40 tahun, sebenarnya fisik luar elang sudah mulai mengalami penuaan. Paruh elang mulai memanjang dan bengkok hingga mengenai dadanya. Bulu-bulu di sekujur tubuhnya juga tumbuh lebat dan menjadi semakin berat. Kondisi fisik elang ini otomatis membuatnya sulit untuk terbang dan berburu.

Ketika elang mengalami kondisi tersebut, elang akan berusaha terbang ke tempat tertinggi yang bisa ia capai. Elang akan berdiam diri di sarangnya selama 150 hari. Bukan sekedar mengasingkan diri! Elang harus meregenerasi tubuhnya sendiri. Pilihannya adalah tersiksa atau mati.

Elang akan mulai menghantam-hantamkan paruhnya ke bebatuan hingga paruhnya terlepas sepenuhnya. Selanjutnya, elang akan menunggu hingga paruh barunya tumbuh dengan sendirinya. Paruh barunya yang tajam akan ia gunakan untuk mulai mencabut cakar-cakarnya hingga terlepas sepenuhnya. Disusul juga dengan pencabutan seluruh bulu dari tubuhnya. Elang kemudian akan menunggu hingga cakar dan bulunya kembali tumbuh dengan yang baru. Setelah habis masa regenerasi selama 150 hari, elang akan siap kembali menjalani sisa 30 tahun kehidupannya dengan energi dan kekuatan yang terbarukan.

Filosofinya adalah bahwa untuk mencapai suatu impian besar dalam hidup, kita memang perlu berkorban. Pencapaian dalam hidup kita juga pasti memiliki fase-fase yang sulit dan menyakitkan bagi diri kita. Tapi percayalah, layaknya elang, setelah kesulitan akan ada kemudahan. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Filosofi elang, berubah untuk masa depan yg lebih panjang..
 
;