Selasa, 19 Mei 2020 1 Comments

Apa yang Kita Cari di Malam Lailatul Qadar? #CoretanOo #32

"Apa yang Kita Cari di Malam Lailatul Qadar?”
Tausiyah Ustadz Syatori Abdurrouf, 2016

***

Malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. 
Apanya yang lebih baik? Ketika kata 'lebih baik' disandarkan pada waktu 1.000 bulan, maka pengertian 'lebih baik'  memiliki makna bahwa Allah sangat suka ketika hamba-Nya beribadah pada waktu itu.

Khairummin alfi syahr adalah cara Allah membungkus cinta-Nya agar tampak menarik di mata hamba-hamba-Nya, yaitu dengan mengatakan bahwa malam itu lebih baik dari 1.000 bulan. Sehingga '1.000 bulan' itu harus dipahami sebagai bungkus dari sebuah bingkisan.

Jika kita mendapatkan bingkisan, yang sebenarnya kita harapkan adalah bungkusnya ataukah isinya? 

***

Maka yg harus kita pahami adalah bahwa tujuan utama kita bukan untuk menjemput atau mencari Lailatul Qadr tetapi mencari cinta-Nya, meraih cinta-Nya di malam Lailatul Qadar.

Sehingga yang tertanam di hati ini bukanlah '1000 bulan'-nya melainkan cinta Allah yang luar biasa, cinta dari Allah yang sangat senang jika hamba-Nya beribadah di waktu itu.

Maka, ketika yang kita kejar adalah cinta-Nya (bukan angka '1.000 bulan'-nya), ibadah kita tidak hanya karena tanggal ganjil atau genap saja.

Lailatul Qadr adalah karunia yang Allah berikan kepada siapa saja yang pantas. Manusia yang pantas adalah manusia yang tidak hanya beribadah di malam ganjil saja.

***

Bisakah wanita haid mendapatkan Lailatul Qadar?
Semua manusia mempunyai hak untuk mendapatkan Lailatul Qadr. Haid bukan penghalang  untuk mendapatkannya. Siapa saja yg bangun di malam hari untuk ber-ta'abbud, menghamba kepada Allah, berdzikir, berdo'a kepada-Nya, memiliki kesempatan untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

***

Orang yang bangun di malam Lailatul Qadar tidak secara otomatis dia akan mendapatkan Lailatul Qadr. Semua tergantung dari hati masing-masing. 

Ada orang yang menghidupkan Lailatul Qadar karena mengejar '1.000 bulan', lalu ketika di luar Ramadhan amalnya kembali menjadi biasa saja atau bahkan mengalami penurunan. Bukan hal seperti ini yang diharapkan.

Indikator keberhasilan jika kita telah menjumpai malam Lailatul Qadar adalah bertambahnya kualitas ibadah kita di luar bulan Ramadhan.

Mari bersemangat mengejar cinta-Nya di malam Lailatul Qadar,
Wallahu waliyyuttaufiq

***

Edited by: @SatyaOo
Minggu, 19 April 2020 0 Comments

Good Self Image #CoretanOo #31

"GOOD SELF IMAGE"


Buku Maxwell Maltz 
Psycho-Cybernetics tahun 1969

Bila diamati, perilaku kita, apa yang sering kita temui dan hasil yang sering kita dapatkan itu bisa diprediksi. Memiliki semacam kecenderungan. Seperti ada polanya.

Mereka yang sering terlambat masuk kantor, biasanya cenderung untuk selalu terlambat. Bahkan ketika dia berniat untuk tidak terlambat, seakan-akan alam semesta berkonspirasi untuk membuat dia tetap terlambat.

Keberutungan pun sama. Mereka yang sering sial, cenderung selalu sial. Sementara mereka yang sering beruntung, cenderung selalu beruntung. Seakan-akan ada sebuah servomechanism yang mengatur itu semua.

Servomechanisme = mekanisme otomatis untuk mengoreksi jika sebuah tindakan keluar jalur.

Itulah sebabnya, kita cenderung menemui hal-hal yang memang kita sering temui. Itulah sebabnya kita cenderung mendapatkan hasil sesuai dengan hasil-hasil yang sering kita dapatkan. 

Tentu saja, jika hal yang sering kita temui positif, itu oke. Jika hasil yang sering kita dapatkan bagus dan luar biasa, itu oke. Bagaimana jika sebaliknya? 
Bagaimana jika yang sering kita temui justru kesialan? 
Bagaimana jika hasil yang sering kita dapatkan adalah kegagalan?

Semakin sering kita mendapatkan satu hal, semakin “terlatih”-lah kita mendapatkan hal yang sama.

Semakin sering sakit, kita semakin terlatih untuk sakit. Mulai dari sakit yang ringan, lama-lama menjadi terlatih dengan sakit yang lebih berat.

Semakin sering berhutang, semakin berbakat kita melakukannya. Sehingga kita menjadi ahli dalam berhutang.

Inilah servomechanism

Saat ini terjadi, seakan-akan “nasib” kita terkunci. Semua perilaku dan lingkungan kita mengarahkan kita ke “nasib” tersebut.

Bagaimana memutus rantainya? Bagaimana pula membentuk servomechanism yang memberdayakan hidup kita?

Maltz menjelaskan bahwa servomechanism ini tidak terbentuk begitu saja. Setiap servomechanism memerlukan ”settingan awal” yang jelas. 

Settingan awal dari servomechanisme dalam hidup kita adalah Self-Image.

Self-Image = cara kita melihat dan menilai diri kita sendiri. 

Self-Image terbentuk dari kumpulan keyakinan (belief) tentang diri kita, orang lain dan cara dunia bekerja. Self-image ini akan mengendalikan sikap, pemikiran, perasaan dan perilaku kita.

Jika kita memiliki self-image: “saya orang yang tidak menarik”. Lalu kita hadir di sebuah pesta dan berniat untuk berkenalan dengan orang baru. Maka self-image kita akan segera menghapus niat kita dengan memunculkan self-talk: “ah, orang-orang hanya akan mau berkenalan dengan orang yang menarik. Kamu itu nggak menarik. Nggak akan ada yang mau berkenalan denganmu.” Maka, kita pun cenderung menyendiri dan “gagal” berkenalan dengan orang baru.

Apapun yang kita pikirkan, self-image kita seakan-akan menyetel servomekanisme ke setelan awal.

Maka, jika kita melihat diri kita sebagai orang yang sial, servomekanisme kesialan lah yang akan aktif.

Jika kita melihat diri kita sebagai orang yang beruntung, servomekanisme keberuntungan lah akan aktif.

Bagaimana jika tercampur? Kadang kita melihat diri sebagai orang sial kadang beruntung? Di sinilah servomekanisme kita akan mengalami kebingungan. Pada akhirnya dia akan bergerak ke arah yang lebih kita yakini.

Jika kita ingin menjadi orang yang beruntung namun self-image kita bertentangan – dalam hati kita meyakini bahwa itu tidak mungkin, maka servomekanisme yang berjalan adalah servo kesialan.

Jika kita ingin menjadi orang yang sukses namun self-image kita bertentangan – dalam hati kita meyakini bahwa itu tidak mungkin, maka servomekanisme yang berjalan adalah servo kegagalan.

Lalu, bagaimana solusinya? Solusinya adalah membentuk self-image baru. Caranya?

1. tulis dengan detail apa yang Anda inginkan. Misal, Anda ingin menjadi pribadi yang beruntung. Seperti apa kelihatannya? Seperti apa kedengarannya? Seperti apa perasaannya?

2. bayangkan Anda melihat diri Anda yang sudah menjadi pribadi yang beruntung di depan sana. Apa yang Anda lihat? Apa yang Anda dengar? Apa yang Anda rasakan?

3. biarkan ide-ide muncul dari pikiran kreatif Anda.

4. lakukan tindakan-tindakan spontan terkait dengan ide kreatif tersebut.

5. praktikkan keempat hal di atas berulang-ulang setiap hari dengan santai dan tanpa beban (effortless).

Bagaimana bila self-image lama masih muncul dan self-talk negatif datang mengganggu?

Praktikkan metode CRAFT

Misal Anda ingin mengubah pola sakit yang Anda miliki dan menjadi pribadi yang lebih sehat.

CANCEL
Saat tiba-tiba muncul pikiran “duh, naga-naganya mau sakit nih, sudah bersin tiga kali” segeral lakukan cancel. Katakan “cancel, batal!” atau Anda bisa gunakan kode yang Anda buat sendiri (misal mengatakan “Wuzzz” atau membayangkan menekan tombol “Ctrl + Z”)

REPLACE
Ganti dengan pemikiran yang lebih memberdayakan. Misalnya: “Allah memberi saya karunia tubuh yang sehat dan mampu menyembuhkan diri sendiri”

AFFIRM
Kuatkan dengan mengatakan kalimat afirmasi Anda. Misalnya: “semakin hari saya semakin sehat, bugar dan kuat” – katakan berulang-ulang dengan mantap.

FOCUS
Luangkan setiap hari untuk melakukan visualisasi – membayangkan diri Anda yang sehat, bugar dan kuat

TRAIN
Jangan bosan melatihnya. Meskipun Anda belum sehat, bergayalah seakan-akan Anda sehat. Seperti kata pepatah Barat “fake it till you make it” – berpura-puralah sampai pura-pura itu menjadi nyata!

Pertanyaannya: self-image seperti apa yang ingin Anda bentuk? Mulailah membentuknya, sekarang!

Jadi, banyak orang, masih vibrasi rendah, masih galau, masih banyak luka batin sudah sibuk visualisasi afirmasi.

Itu malah akan menarik hal yang tidak diinginkan. 

Kita mesti netralkan luka batin. Bisa dengan mensyukuri kejadian menyakitkan, ambil hikmah, memaafkan bahkan mendoakan dengan cinta yang menyakiti hati kita.

Saat kita berada di Energi syukur dan cinta, baru kita siap untuk visualisasi, afirmasi.

Edited by: @SatyaOo
Sabtu, 04 April 2020 2 Comments

Menunggu Shubuh #CoretanOo #30

"MENUNGGU SHUBUH"

Waktu terindah saat pikiranmu bukan tentang dunia, ia terlihat kecil pada waktu itu, karena yang terbesar adalah mudahnya kamu untuk bertemu Pencipta, menuangkan rasa, meringkihkan tangis dan mengucap doa-doa indah.

Tidak ada yang tau perihal itu, tidak ada yang melihat apa yang kamu tangiskan, dan tidak ada yang mendengar doa-doa terbaik saat itu.

Beruntunglah mereka yang dengan mudah bertemu Tuhannya, ia terbiasa bangun jauh waktu sebelum shubuh datang, Allah yang mengundangnya untuk bercerita.

Hidup ini hanya antara menunggu waktu sebelum shubuh, mereka yang belum bisa mendapatkannya akan sulit membiasakannya, mereka yang belum merasakannya akan sulit mendapatkan ketenangan hati. 

Bagaimana tidak, ia terasa sangat dekat, ia mampu menjadikan matamu layaknya gerbang airmata.

Cobalah untuk membiasakan bangun sebelum shubuh, menceritakan harimu padaNya, meminta ampunan padaNya, semua akan begitu tenang. 

Biarkan Allah yang membereskan masalahmu, biarkan Allah yang menjamin hidupmu.

Menunggu shubuh. Antara kamu dan Rabb mu.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

Semoga Bermanfaat.

Edited By: @jndmmyshd @Guswibowo @Satyaoo

Minggu, 02 Februari 2020 0 Comments

Tua #CoretanOo #29

"Tua"

“Youth is a blunder, manhood a struggle and old age a regret”

“Kamu bisa petik ilmu dari tempat kerja sebanyak-banyaknya sebelum diaplikasikan di bisnis sendiri” ujar Papa di obrolan siang itu. “Andai bisa muda lagi, Papa mau gali ilmu sebanyak mungkin untuk belajar hal lain”. 

Mungkin hampir sebagian dari kawan-kawan pernah mengalami hal serupa. Dalam pengalaman saya, diskusi semacam itu tidak hanya terjadi dalam satu-dua kesempatan saja. Setiap ada topik yang menyerempet pembahasan karier, saran yang berasal dari pengalaman pribadi papa di masa lalu sebagai pegawai selama puluhan tahun, selalu disisipi pada diskusi yang tengah terjadi.

Wejangan itu terdengar ribuan kali hingga akhirnya saya menyadari sesuatu. Ada kesimpulan berharga yang layak untuk diambil hikmahnya. Bahwa, masa tua kita akan diisi oleh kisah-kisah kita di masa muda. Jadi jangan heran kalau lisan bapak-ibu atau kakek-nenek kita ringan mengulang cerita perjuangan mereka selama puluhan tahun dulu kepada orang-orang muda. 

Oleh karenanya, tak sesaat pun dari kuota masa muda layak dihabiskan untuk hal yang bahkan enggan kita ceritakan di masa tua nanti. Hal-hal yang tidak jelas juntrungannya, perkara-perkara yang membuang waktu atau pengalaman menyakiti diri sendiri. Beberapa dekade dari sekarang, setiap detik dari pengalaman saat ini akan dikisahkan seperti kita tengah membaca daftar riwayat hidup sendiri.

Bukankah kita tidak mau mengungkap hal-hal negatif pada daftar riwayat hidup yang disusun untuk ditunjukkan pada orang lain?

Hal-hal baik di masa muda, akan jauh lebih menghangatkan jiwa kita di masa tua dan menjauhkan kita dari masa senja yang dilemahkan oleh rentetan pengandaian. Andai dulu ayah berbuat ini, andai dulu ibu meraih itu, andai dulu kakek menjadi ini. Tak heran kalau seorang bijak pernah berujar, “Old age is like everything else. To make a success of it, you’ve got to start young”.

Waktu terus berlalu dan bagaimanapun, nanti, mungkin hari itu akan tiba. Masa tua akan dipijak dan tidak akan ada lagi kesempatan untuk mengubah masa muda beserta riwayat hidup yang hendak disampaikan. Semua pengalaman masa lalu akan membeku dan terlihat tak ubahnya seperti galeri seni yang tak bisa kita ubah isi pajangannya serta susunan karyanya. 

***

Saat tulisan ini tuntas dibaca, artinya kita masih diberikan kesempatan untuk memperjuangkan masa dewasa sehingga bisa menambah deretan kisah baik yang bisa disampaikan di masa tua nanti. 

Kita perlu berjanji untuk menyeksamai pengalaman semasa muda agar ia terisi dengan cerita-cerita baik yang bertumbuh melanggeng. Cerita yang senantiasa membawa debar-debar inspirasi, kebanggaan, dan semangat bagi pendengarnya kapanpun ia dikisahkan. 

Kita sedang berada di tengah proses individual untuk menghidupkan plot cerita yang sepenuhnya berbeda. Maka, tak perlu merisaukan plot hidup orang lain karena masih ada misi besar untuk kita bisa merangkai pengalaman saat ini menjadi sebaik-baik kisah masa depan. Nanti, kalau waktunya tiba, cerita itu akan terus diperdengarkan tanpa rasa jemu hingga ribuan kali. Lagi dan lagi dan lagi sambung menyambung dari satu telinga ke telinga lainnya hingga cucu-cicit kita.

Lalu, kisah seperti apa yang hendak kita sampaikan di masa tua kelak?

***
Edited By: @Satriamaulana & @SatyaOo
Sabtu, 18 Januari 2020 1 Comments

Meramu Hidup #CoretanOo #28

"Meramu Hidup"
Dengan ontelnya yang sudah usang, lelaki paruh baya itu berusaha menjajakan dagangannya, dari satu warung ke warung lainnya yang berjarak 30-an kilometer. Kelebatan kendaraan bermotor roda dua yang disaksikannya berseliweran tiap hari di hadapannya, sama sekali tak memikat di hatinya. Laju sepeda motor yang tentu lebih cepat dibanding sepeda tuanya, sama sekali tidak menggiurkannya. Dia lebih asyik menikmati ontelnya yang sudah berjasa menghidupi anak dan istrinya selama belasan tahun dengan berjualan kerupuk itu.

Langkah sepedanya yang pelan, ternyata mewujud pula dalam perilakunya yang kalem dan tenang. Itulah yang terjadi manakala waktu shalat tiba, Zhuhur atau Ashar. Entah kerupuknya masih menggunung setinggi 1,5 meter, maupun setengahnya, dia selalu singgah di masjid. Bahkan, lima atau 10 menit sebelum tiba waktu shalat, dia sudah duduk tafakur di rumah Allah itu, menanti azan dikumandangkan. Sesungging senyum, dia tebarkan manakala berjumpa dengan orang lain. Dari perilakunya, sama sekali tak terlihat gaya orang yang sedang dikejar setoran.

Setelah menunaikan shalat, biasanya seusai shalat Zhuhur, lalu bakdiah Zhuhur, dia mengambil posisi di sudut masjid. Kemudian pria yang rambutnya sebagian telah memutih itu pun merebahkan tubuhnya seenaknya. Tidur, berbantalkan handuk kecil yang biasa melingkari lehernya. Kalau ada kipas angin masjid yang dihidupkan, biasanya dia mengambil tempat di bawahnya. Mungkin agar terasa lebih sejuk dan membangkitkan pulasnya tidur.

Tapi, dia sendiri tak pernah kelihatan menghidupkan kipas angin tersebut. Dia menyadari benar etika seorang musafir, kendati jamaah atau mukimin di situ sudah menganggap dia sebagai bagian dari jamaah masjid, karena seringnya ikut shalat berjamaah, terutama Zhuhur dan Ashar.

Setelah shalat dan tubuh kembali fresh, dia kembali mengayuh sepedanya untuk mencari karunia Ilahi di muka bumi. Entah, berapa warung lagi yang harus dia datangi dan tawari kerupuknya. Jam berapa pula dia kembali pulang, menemui keluarga tercintanya.

***

Selain lelaki ini telah berjasa pada negeri, yang telah menciptakan lapangan pekerjaan, meski hanya untuk dirinya sendiri. Namun, pelajaran yang tak kurang nilainya adalah bagaimana dia membingkai dan meramu hidup ini  dengan indahnya. Bagaimana dia merangkai aktivitas hariannya menjadi sebuah paduan harmoni yang manis dalam konteks ibadahnya pada Allah, baik secara vertikal  maupun horizontal.

Lelaki sederhana ini mengajarkan banyak hal; tentang kesederhanaan, tawakal, sikap tidak tergopoh-gopoh (karena itu datang dari setan), tidur siang agar bisa qiyamullail (bangun malam), shalat di awal waktu dan berjamaah, serta tentang manajemen waktu. Banyak ayat Alquran yang menerangkan pentingnya hal-hal tersebut di atas. Salah satunya surah al-Ashr yang bercerita soal waktu.

Ketika banyak orang kacau-balau dan tidak tepat waktu dalam shalatnya, dengan dalih banyak pekerjaan atau waktu mepet, lelaki sederhana ini justru piawai sekali dalam menjadikan waktu-waktu shalat sebagai pemandu dari aktivitas hariannya.

***

Edited By: @makmunnawawi & @SatyaOo
Sabtu, 11 Januari 2020 2 Comments

RAHASIA KECERDASAN BJ HABIBIE YANG TAK TERUNGKAP #CoretanOo #27

RAHASIA KECERDASAN BJ HABIBIE YANG TAK TERUNGKAP
sumber: Kompas.com

******

Dalam suatu kesempatan, saya pernah menghadiri sebuah kajian Ustadz Bachtiar Nasir, Lc pada saat itu disebuah masjid daerah Bandung. Ada cerita menarik yang disampaika oleh Ust Bachtiar tentang sosok Eyang Habibie.

Sebagaimana yang kita ketahui, sosok Habibie lahir dari keluarga yang religius, Ayahnya bahkan wafat ketika mengimami shalat keluarganya, tak kurang dari 2 juz dalam sehari Ayahnya membaca Al-Quran. Jangan tanya keshalihan Ibu nya. Beliau Ahli Ta'lim, dalam sepekan tak pernah dilewati kecuali khatam Al-Qur'an.

Suatu ketika Pak Habibie bertutur tentang kisah perjuangannya selama di Jerman. Beliau berkompetisi dengan 2 orang Yahudi. Yang mana... 2 orang Yahudi ini selalu menjadi juara di kelasnya. Sampai suatu ketika, Eyang Habibie merasa penasaran rahasia apa sih yang membuat mereka itu begitu cerdas, padahal Eyang Habibie sudah begitu keras dan mati-matian dalam belajar.

Sampai akhirnya dia bertanya ke orang Yahudi itu apa rahasia mereka bisa pintar? Diajaknyalah Habibie menginap di Asrama Yahudi tersebut. Ketika menginap disana, Pak Habibie kaget... karena jam 2 malam. Orang Yahudi itu sudah bangun, membaca buku, belajar.

Didekatinya diam-diam. Lalu ditanyakan kepada orang Yahudi tersebut buku itu. Kamu membaca apa? Orang Yahudi itu kaget, terperanjat, dengan segera buku itu disembunyikan disebalik badannya.

Setelah lama berkutat, akhirnya pak Habibie mendapatkannya. Ketika di buka ternyata itu adalah Al-Qur'an. Betapa kagetnya Pak Habibie. Lalu ia berkata, "Ini kan Al-Quran, kitab suci saya, kitab suci ummat Islam kenapa kamu baca ini?"

Orang Yahudi tersebut kemudian berkata, "Rudy... Seandainya ummat Islam membaca Al-Qur'an dan menaruh perhatian kepadanya, maka niscaya mereka tidak akan pernah bisa dikalahkan, Inilah kunci kesuksesan ummat Islam, yang ditinggalkan oleh ummat Islam sendiri"

Akhirnya setelah menyadari hal itu, setiap jam 2 malam Pak Habibie selalu bangun, mandi, shalat tahajjud dan membaca Al-Quran, istiqamah dalam rutinitasnya.

Kita pun bisa menemukan keshalihan yang lainnya, Pak Habibie suatu ketika ditanya, "Disisa waktu-waktu yang Eyang miliki, mau dipakai apakah waktu yang sangat terbatas ini?"

Eyang dengan nada khasnya menjawab, "Saya akan habiskan waktu untuk membuat pesawat R80, agar Bangsa Indonesia bisa memiliki pesawat sendiri.. Sebagian waktu yang lain, akan Eyang gunakan untuk membaca Al-Quran sebanyak-banyaknya. Eyang ingin bertemu dengan Ibu Ainun, Ibu Ainun itu orang yang baik, orang yang shalih, rajin beribadah, saya yakin Ibu Ainun ada di Surga. Maka saya harus membaca Al-Qur'an untuk memantaskan diri, supaya bisa bertemu Ibu Ainun di surga.


Dalam sebuah kesempatan Konfrensi di Mesir, Pak Habibie pernah berkata, "Saya ini adalah seorang teknokrat, saya bisa membuat pesawat terbang, saya memiliki ilmu itu. Tapi setelah saya sadari, bahwa ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu Ilmu Agama"

Ustadz Adi Hidayat, Lc MA pun pernah bercerita tentang kedahsyatan Pak Habibie ini, semata-mata karena didikan orang tua yang mendidik Pak Habibie seperti Imam Nawawi, gemar belajar, ibadah dan membaca buku.


Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, siapapun yang dekat dengan Al-Quran akan diberkahi dan teranugerahi kecerdasan yang luar biasa. Sosok Eyang Habibie saya rasa salah satunya.

Masyaa Allah...
Hari ini kita kehilangan sumber mata air Indonesia. Semoga kedepan Indonesia bisa kembali teranugerahi sosok seperti Pak Habibie.

Alfatihah.....

Edited by: @Wildannugraha & @SatyaOo
Senin, 18 November 2019 0 Comments

B E N I H #CoretanOo #26

B E N I H
                                                                             


Seorang DIREKTUR Bermaksud Untuk Mundur Dari Perusahaan, Dan ingin Menyerahkan Jabatannya tsb. Kepada Salah Seorang Staf Terbaiknya.

Untuk itu Ia Memanggil Seluruh Staf, Memberikan Masing2 sebutir Benih :

" Rawat, Pupuk, Siram Dengan Teratur Benih ini dan Kembalilah
3 Bulan Dari Sekarang Dengan Membawa Tanaman Yang Tumbuh Dari Benih ini"

" YANG TERBAIK, Akan Menjadi Penggantiku Sebagai Direktur di Perusahaan ini."

Salah Seorang Staf, Bernama AHMAD Yang Juga Mendapat Benih tsb, Langsung Pulang ke Rumah dan Merawat Dengan Penuh Disiplin Benih Tanaman tsb. Setiap Hari Benih itu ia Siram Dengan Air Dan Diberinya Pupuk.

Setelah 3 Bulan, di Kantor Perusahaan, Semua Orang Saling Membicarakan Kehebatan Tanaman Mereka Yang Tumbuh Dari Benih Tsb.

Ternyata Hanya Benih Tanaman AHMAD Yang Tanamannya Tidak Tumbuh Sama Sekali.

Ahmad Merasa Telah Gagal.
Setelah 3 Bulan, Seluruh Staf Memperlihatkan Hasil Benih Tersebut.

Ahmad Berkata Kepada Istrinya Bahwa ia Tidak Akan Membawa Pot Yang Kosong Karena Bibitnya Busuk dan Tidak Bisa Tumbuh.

Namun Istrinya Mendorong Untuk Tetap Membawa Pot Kosong Tsb. Apa Adanya Untuk Memenuhi Janji Kepada Direktur 3 Bulan Yang Lalu.

"Bawa Saja Bang, Meskipun Abang Gagal Untuk Bisa Menumbuhkan Benih Padi Tsb, Paling Tidak Bang Ahmad Sudah Menunjukan I'tikad Baik Sudah Berusaha Semaksimal Mungkin Merawatnya Sesuai Dengan Permintaan  Direktur. " Demikian Kata Istrinya.

"Baiklah"
Jawab Ahmad, Meskipun Dengan Hati Ciut Karena Merasa Tidak Bisa Melaksanakan Perintah Sang Direktur Dengan Se-baik2nya.

Masuk Ruang Breefing, Ahmad Membawa Pot Kosong. Seluruh Mata Memandangnya Kasihan.

Ketika Direktur Masuk Ruangan Ia Memandang Keindahan Seluruh Tanaman Yang Katanya Hasil Dari Benih2 Yang Diberikan Direktur 3 Bulan Yang Lalu itu, Hingga Akhirnya Berhenti di Depan AHMAD Yang Tertunduk Malu.

Sang Direktur Memintanya ke Depan & AHMAD Disuruh Menceritakan Secara Kronologis Proses Penanamannya Sampai Tidak Bisa Tumbuh..???

Ketika AHMAD Selesai Cerita, Direktur Berkata Dengan Antusias,
"Beri Tepuk Tangan Untuk AHMAD , Direktur Kita Yang Baru Sekarang "

Sang Direktur Kemudian Menceritakan :
"Semua Benih Yang Kuberikan Kepada Kalian, Sebelumnya Telah KUREBUS Dengan AIR PANAS Hingga Mati & Tidak Mungkin Tumbuh Lagi. Jika Benih Kalian Dapat Tumbuh, Berarti Kalian Telah Menukarnya & Berbohong Padaku. Kecuali AHMAD, Ternyata Hanya Dia Yang JUJUR".

MORAL STORY :
Taburlah KEJUJURAN, Karena Dengan Menabur Kejujuran Akan Menuai KEPERCAYAAN.

Jangan Pernah Takut BERBUAT JUJUR.
Tapi Takutlah Jika Anda Berbuat TIDAK JUJUR.

Dibalik sukses yang diraih AHMAD.
Ada seorang Yang Hebat Lagi yaitu Isterinya AHMAD.
Hanya PEREMPUAN Hebatlah Yang Bisa Memberi Dorongan Semangat Suaminya Untuk Selalu Menjaga Integritasnya!

Selalu Ada Tempat Buat Orang JUJUR...PERCAYALAH ...!!!
 
;