Minggu, 30 Agustus 2020 0 Comments

Fokus #CoretanOo #43

"FOKUS"

Ada seorang anak yang setiap hari rajin sholat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya, 

"Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"

"Lho kenapa?" sahut sang ayah.

"Karena di masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".

Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".

"Apa itu?"

"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".

Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ayah bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?", 

"Sudah".

"Apakah ada yang tumpah?"

"Tidak".

"Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".

"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.

"Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?", tanya sang ayah lagi.

"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".

Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".

Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Edited By : @SatyaOo

Sabtu, 15 Agustus 2020 0 Comments

Out Of The Box #CoretanOo #42

"Out Of The Box"


BAGAIMANA CARA MENJUAL SISIR KE ORANG BOTAK ?

Sebuah perusahaan membuat tes terhadap tiga calon staf penjual barunya.

Tesnya unik, yaitu: 

Menjual sisir di komplek Biara Shaolin. Tentu saja, ini cukup unik karena para biksu di sana semuanya gundul dan tak butuh sisir.

Kesulitan ini juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual satu sisir.  Itupun karena belas kasihan seorang biksu yang iba melihatnya.

Tapi, tidak dengan calon kedua. 

Ia berhasil menjual 10 sisir, ia tidak menawarkan kepada para biksu, tetapi kepada para turis yang ada di komplek itu, mengingat angin di sana memang besar sehingga sering membuat rambut jadi awut-awutan.

Lalu bagaimana dengan calon ketiga?  Ternyata Ia berhasil menjual 500 sisir!!

Caranya? Dia menemui kepala biara.

Ia lalu meyakinkan jika sisir ini bisa jadi souvenir bagus untuk komplek biara tersebut. 

Kepala biara bisa membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tersebut dan menjadikannya souvenir para turis. 

Sang kepala biara pun setuju.

Sahabatku yang baik...

Apa yang sering kita anggap sebagai penghambat terbesar dalam usaha atau karier?

Bukankah kita sering kali menyalahkan keadaan?

Dan inilah yang membuat calon pertama gagal. 

Sementara calon kedua, sudah berpikir lebih maju.

Namun calon kedua masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat merapikan rambut.

Tapi calon ketiga sudah berani berfikir di luar kotak (THINKING OUT OF THE BOX), berpikir di luar batas biasanya ...

Dia bukan hanya berani berpikir bahwa sisir bukan hanya alat merapikan rambut, melainkan bisa menjadi souvenir.

Kita tidak bisa mengatur situasi seperti yang kita kehendaki. Tapi, kita bisa mengerahkan segenap potensi kita untuk mencari solusi

Segenap potensi bukan hanya terbatas otot atau kerja keras, tapi juga pikiran, ilmu, intuisi dan kerja cerdas. 

Intinya:

Kreatifitas akal, ketekunan dan kesabaran Itulah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan

Jika ada KEMAUAN pasti selalu ada JALAN. Jadi, kalo ada yg bilang nggak ada jalan, berarti belum pernah menciptakan jalan nya sendiri !

Hayo bergerak !

Never stop improving !!!


Edited By: @SatyaOo

Jumat, 31 Juli 2020 0 Comments

Renungan Kecil di Hari Arafah #CoretanOo #41

"Renungan Kecil di Hari Arafah"


Haji adalah Arafah……
Arafah adalah Hari Perenungan……
Sebuah perenungan tentang Sang Khalik……
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan……

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar……
Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya……
Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya……

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah……
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka……

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan……
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan dharma untuk apa ia dicipta……
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia……

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan……

Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar……

Mereka adalah pemimpin yang adil……
Para pemuda yang hatinya tertambat kpd masjid……
Manusia yang bersahabat karena Allah…… Manusia yang bersedekah dng tangan kanannya tanpa harus diketahui oleh tangan kirinya……

Manusia yang menolak perbuatan keji karena takut akan Tuhannya……
Manusia yg tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya……

Selamat Hari Arafah sahabat-sahabatku……
Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita……
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati di setiap langkah kaki di bumi ini……

Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita……
Mengganti tangisan kita dengan senyuman……
Luka derita dng kebahagiaan…… Kesempitan rezeki dng kelapangan…… Kesesatan dengan petunjuk……
Penyakit dengan kesembuhan……
Kesulitan dengan kmudahn…… Dan keputusasaan dengan harapan……

Mohon maaf lahir dan bathin.....

Selamat berpuasa dihari Arafah...
Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya kepada kita semua……
Barakallahu fiikum...Aamiin Allahumma Aamiin....

Sumber : Kang Pepen (Wakil Ketua Keluarga Alumni Fakultas Pertanian Unpad)
Edited by: @SatyaOo
Minggu, 26 Juli 2020 0 Comments

With Writing, You Can Do Anything #CoretanOo #40

"With Writing, You Can Do Anything"

.
Hallo guysss hahaha, disini aku bakal sharing nih mengenai Pengalaman menarikku tentang "Menulis". Kalau denger kata Menulis kadang kepikiran rumit, ribet, atau males aja gitu. eitssss tunggu dulu kalau kita ujian kita harus nulis kan, kalau kita mau buat cv kita harus nulis (ngetik) di laptop kan hehehe, bahkan kalau mau apdet ig kamu harus nulis caption juga kan hahaha😆

Nah, Pramudya ananta toer seorang sastrawan legendaris indonesia pernah berkata bahwa "Menulis adalah Sebuah Keberanian" wadawww iya juga ya kalau ga berani ya tetep aja kosong kertasnya hehehe, ada juga yang bilang menulis merupakan rutinitas orang-orang sukses.

jadi disini diriku mau sharing atau urang rek sharing bahwa menulis itu sama kayak belajar bahasa inggris temen temen, semakin kita sering pakai, semakin tajam juga yang akan dihasilkannya, sok kalau bahasa inggris jarang dipake lupa da lama lama hehehe, makannya menulis juga harus sering dilakukan biar terasah dan terbiasa.

nah sekarang ini aku alhamdulillah udah launching 2 buku, ada buku "Jangan Pernah Lelah Melangkah" buku antologi tentang Perjuangan Hidup dan satu lagi Buku "Nanti Kita Cerita Tentang Pelindung Bumi" ini e-book. nah dari buku yang pertama itu Alhamdulillah kejual kurang lebih1000an pcs pas buka pre-order ke seluruh indonesia dan lintas negara. setiap 1 bukunya ada profitnya ya lumayan lah yaa buat cuan tambahan selain income dari kantor hehehe. buat yang kedua lebih ke arah project social jadi e-book itu dijadikan free untuk insight positif ke seluruh pembaca selama masa pandemi virus corona tahun 2020 ini.

tapii semuanya ga instant kayak gitu aja temen temen, aku mulai pdkt ceilahh pdkt hahaa, iya pdkt sama buku itu mulai umur 14 tahun kelas 1 SMA jadi waktu itu disodorin buku Self Improvement sama temen sma yang berjudul "Anda Bisa Jika Anda Berpikir Anda Bisa" nah sejak saat baca buku itulah mulai ketagihan ngumpulin uanh dikit" buat beli buku self improvement lainnya setiap tahunnya. Dari setiap buku itu aku dapat insight baru dan point of view baru. sampe pas kuliah dari mulai membiasakan baca buku, aku coba iseng ikut lonba" yang berbau essay atau karya tulis, eh ga nyangka pas maba aku bolos mabim gara gara harus presentasi 15 essay terbaik pekan lingkungan unpad se unpadeun, nah disitu aku mulai sedikit sadar ada passion dan potensi di dunia menulis, disitulah aku terus mengasah ketajaman menulis di setiap informasi dan kesempatan lomba. seringnya sih gagal wkwkwk, sering banget gagal lkti nasional, gagal essay, gagal program kreativitas mahasiswa. tapi dari kegagalan itu aku ambil setiap pelajaran dan evaluasi diri. jadi kalau di total total ya sampe lulus aku ikutan 25 lomba lebih, 21 gagal, 2 kali runner up, dan Alhamdulillah penutupnya 1 kali Juara 1 Nasional LKTI di Surabaya Mewakili Unpad. Intinya aku disitu berusaha never give up to try, and always learn from lose in competition dibarengi terus baca buku self improvement (karena aku ga suka buku yang mellow mellow) Wkwkwk

Nah Alhamdulillahnya setelah lomba ini itu ikut komunitas juga dan dari komunitas itu nemulah link buat bikin karya buku antologi collab sama temen temen se Indonesia ini, disitu aku belajar banyak ga hanya nulis buku sampe jadi buku tapi belajar tentang dunia penerbit, revisi penulisan, kalau stuck harus gimana, satu paragraf berapa kalimat sebaiknya, belajar pakai bahasa yang benar dalam penulisan sampe ke arah cara berjualan dan cari marketnya. ya pokoknya seru dehhh oh iya untuk ikut projectnya kita invest tapi terjangkau kok dan worth it sama apa yang kita dapat karena dibimbing langsung sama penulis buku best seller nasional dan handal langsung dan bisa konsultasi seumur hidup.

terus kenapa aku bikin judul with writing. you can do anything karena dari nulis" buku itu kita bisa dapet relasi banyak dan kadang membuka jalan lain bagi kita, kayak ada diundang buat bedah buku, terus diundang jadi pemateri seputar kepenulisan, jadi kan ke kitanya juga belajar public speaking sambil bawain materinya hehehe bahkan bisa juga sharing sharing tentang self improvement, atau buat konten sendiri, buat blog sendiri jadi lebih interest aja hehehe. dan bonusnya lagi ketika kita ingin mencoba belajar menulis bahkan bisa sampai jadi buku ya semoga itu bisa jadi karya dan amal kebaikan yang terusada walau kita sudah tiada kelak.

So, buat kalian semua coba deh belajar menulis entah dari caption story atau sering sering baca quotes motivasi, atau coba nyari buku buku yang bisa dapet energi positif karena skill menulis mah bakal kapake guyss, mau lulus kuliah sok kan kudu nulis skripsi, mau kerja kudu nulis cv, dan dikehidupan lainnya, kalau ga mulai dari sekarang ya mau kapan lagi, inget muda cuman sekali guysss.

Oh iya mohon doanya juga bulan ini kalau jadi mau bikin project buku antologi tentang Young Leadership gituuu hehehe dan gara gara ini semua jadi kepikiran mau bikin Karya Sendiri di Masa Depan Nanti dan bakal memaksimalkan link di 34 Provinsi di Indonesia hehehe, baru rencana sih cuman ya semoga aja ada umur dan rezekinya hehehe, Aminnn

okayy gitu dulu deh yaa, pesan terakhir dari saya adalah "Diri Kita yang Sekarang adalah dari apa-apa yang kita pilih dan kerjakan di masa lalu, dan Diri Kita di Masa Depan adalah dari apa-apa yang kita pilih dan kerjakan di masa sekarang"

Semoga Tulisan ini bisa Memberikan Youth Empowerment ke temen temen pembaca/pendengar semua🙏🏻

-Berdoa,Ikhtiar,Bersyukur-
Edited by: @SatyaOo
Minggu, 12 Juli 2020 0 Comments

Anak-Anak Subuh #CoretanOo #39

"Anak-Anak Subuh"
* * *

Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah ayahnya. Meniru semua gerakan ayahnya, si ayah shalat sunnah ia ikut, begitu seterusnya. 

Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping ayahnya. Mengikuti ayahnya shalat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud. 

Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah ayahnya, namun pada saat shalat subuh tak berapa lama setelah takbir dan imam membaca AlFatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga shalat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu ayahnya selesai. 

Ada pula ayah yang membawa anaknya ke masjid dalam kondisi masih terlelap. Digendong turun dari mobilnya, sampai ke masjid dan bahkan hingga jamaah bubar si anak tetap terlelap. Meski sang ayah sudah mencoba membangunkannya. Maklum, masih usia dua tahun. 

* * *

Yang menarik ada anak yang rajin ke masjid padahal tidak ada ayahnya. Entah bagaimana ibunya mendidik, menarik pastinya. Meski tanpa ayah yang sudah lama meninggal, ia tetap rajin ke masjid. 

Selama masih ada barisan anak-anak yang berangkat ke masjid di subuh hari, meskipun dengan berbagai kepolosan perilakunya, maka masih jelas masa depan agama ini. 

Selama masih ada orang tua, terutama para ayah yang berupaya mengajak serta anak-anaknya shalat subuh berjamaah di masjid, akan kokohlah barisan pejuang agama Allah. Negara pun akan selamat. 

Khawatir lah bila sudah tidak ada kalangan muda dalam barisan jamaah subuh di masjid-masjid, bagaimana nasib umat ini di masa datang? 

Ada riwayat yang terbaca, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh.


Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya. 

Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan, dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya. 

Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam.

* * *


Edited By: @bayugawtama @SatyaOo
Sabtu, 20 Juni 2020 1 Comments

BERDAGANG DENGAN ALLAH #CoretanOo #38

"BERDAGANG DENGAN ALLAH"

Seorang petani di Cipanas Cianjur jawabarat, mengurus lahan pertaniannya yang ditanami sayuran kangkung cabut, bayam, caisim, dan sawi putih selama berbulan bulan, menggarap lahan, menyemai bibit, dan memupuk serta merawat nya hingga panen.. 

Telah diperhitungkan waktu panen saat ramadhan menjelang lebaran, karena biasanya pengalaman tahun tahun sebelumnya sayuran dihargai lebih tinggi..

Qadarullaah..  terjadi pandemi.. hati petani resah, setiap hari mencari informasi tentang  perkembangan  kondisi , dan ternyata berhembus kabar bahwa pemerintah melakukan pencegahan penyebaran dengan melaksanakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Petani ini adalah salah satu suplier sayuran ke pasar induk di Jakarta , namun dengan psbb tak ada lagi aktifitas jual beli kesana. Hatinya semakin gundah.. terbayang panen kali ini tak bisa di jual sesuai ekspektasi.

Tengkulak berkeliaran, menawarkan "solusi" ,membeli semua hasil panen namun dengan harga murah.

" Kami cuma mau bantu aja, sebenarnya belum tau juga mau jual kemana, orang ga boleh kemana-mana, ya..itu sih terserah kalo mau(jual) silahkan, kalo ga mau ya gapapa.. kita kasian aja..sayuran ga di panen kan sayang.." bujuk tengkulak menekan. Harga.

Petani bimbang.. harga beli tengkulak ga masuk akal seandainya setara dengan modal pun sudah rugi tenaga dan waktu, apalagi ini dibawah modal, ruginya banyak...

Teman teman petani ini banyak juga yang akhirnya menjual ke tengkulak..

" Tuh si Acep juga jualnya ke saya, dari pada udah dipetik dibawa ke Jakarta dijalan nanti disuruh puter balik, rugi ongkos rugi tenaga mau dikemanain ntar sayurannya?" Ujar tengkulak..

Petani memilih bersabar.. 

"Nanti saya diskusi dulu sama orang rumah" petani berdiplomasi

" Ya ,terserah jangan lama lama ya, ntar keburu kehabisan duit saya sama yang lain.." tengkulak pakai jurus pamungkas..

"Ditunggu sampai seminggu sebelum lebaran aja pak siapa tau ada perubahan peraturan" nasihat istrinya

Tiba sepekan sebelum hari raya, keadaan tak kunjung  membaik, harga sayur jungkir balik.

Betapa sedihnya petani..

Selepas shalat subuh, ia pergi ke kebun..
Sepanjang jalan ia terus bershalawat..
Tiba di kebun, ia lepaskan pandangan ke hamparan sayur yang subur,segar dan menghijau. Butiran airmata menetes membasahi pipinya, disentuhnya daun daun sawi itu lembut seraya, berdoa kepada Allah swt.

"Ya Allaah, Engkau menjadi saksi hamba sudah maksimal ikhtiar, mohon berikan hamba ampunan dan rahmatMu.. jika sekira dosa dosa hamba menjadi penghalang datangnya rezeki mu ampuni lah hambaMu ini ya Allah.. berikanlah kami rahmatMu petunjuk agar kami tak salah langkah.. ya Allah.. beri hamba kekuatan dan ketenangan menghadapi takdir ini..hamba percaya tak ada yang sia sia atas segala ciptaanMu." Doa petani pagi itu diantara pohon pohon sayur..

Dilihatnya berita dari handphone, kabar tentang betapa banyak orang yang tak punya meski hanya untuk sekedar makan. Mereka tak mampu beli lauk atau sayur.. padahal biasanya mungkin merekalah konsumen petani selama ini .

Dan siapakah yang mampu menggerakkan hati, tangan dan langkah petani yang kemudian memiliki keyakinan untuk menjual semua sayuran itu hari ini.. iya, beliau menjual semua sayurnya bukan kepada manusia, melainkan kepada pemilik rezeki pecipta manusia. Di tutupnya portal berita setika itu juga, dan dengan mantap ia berkata " wahai Allaah aku akan jual semua sayuran ini kepadaMu, jika semua pasar tak mampu membeli dengan harga yang pantas, maka aku yakin hanya Engkaulah yang sanggup membayar dengan harga terbaik, akan aku panen semua sayuran ini dan aku akan anterkan pada mahlukMu yang membutuhkannya, aku mohon ya Allah terimalah amal kami.." seru petani sambil berderai airmata..

Matahari belum terlalu tinggi ini ramadhan hari ke 26 besok hari ke 27, di waktu duha diantarnya segerobak penuh sayur ke pesantren disekitar tempat tinggal petani .

"Ambillah, semua sayuran ini sudah di bayar, saya hanya diminta mengantarkannya kesini" jawab petani ketika ditanya berapa harga semua sayur tersebut. 

Selanjutnya diantar ke RS ,ke puskesmas, ke mesjid ,ke kampung pemulung, ke tetangga tetangga, yang mampu apalagi yang kurang mampu, ke rumah para assatidz ,sampai ke balai desa.

Menjelang magrib baru selesai prosesi kurir sayuran dikerjakan.

Selepas shalat magrib dan berbuka ,badan petani terasa amat kelelahan, kakinya pegel pegel, sakit semua. Namun entah bagaimana hatinya bahagia, tak ada sedih, tak ada kuatir,tak ada penyesalan atas "kekonyolan" yang ia kerjakan bersama keluarganya seharian ini  

Sore itu entah ada berapa ratus perut yang terisi dengan menu sayuran yang sehat, dan setiap pemilik perut tersebut berdoa dan bersyukur kepada Allah.. doa mereka hampir sama " semoga Allah , membalas kebaikan siapapun yang memberi sayuran ini dengan kebaikan dan keberkahan yang berlimpah"

Barangkali itulah asbab ketenangan jiwa yang dirasakan petani..

Tak ada serupiah pun yang ia bawa meski seluruh "dagangannya" habis terjual hari ini..

Hingga keesokan harinya tiba tiba seseorang menghubunginya via Wa, dari nomor yang tak ia kenal..

" Pak Ade, saya Imron kita belum pernah jumpa tapi saya mendengar tentang bapak dari pak Kades tadi siang, katanya bapak panen sayur lalu dibagikan gratis ke warga, kalo boleh saya ingin menitipkan infaq kebetulan ini bulan Ramdhan , mungkin Tak banyak, namun semoga bermanfaat untuk membeli benih dan pupuk agar bapak bisa tetap bertani setelah ini..bisa saya minta no.rek bapak?"

Demikian isi pesan di what'sapp yang diterima petani

Kawan jika ditaksir tengkulak seluruh kebun dihargai 1,5 juta. 

Padahal modalnya 3.5 juta rupiah.. panen diharapkan pak tani mendapat 5 juta rupiah. 

Namun karena dijual kepada Allah maka harganya diberi harga terbaik ...dibayar dua kali lipat yaitu menjadi  Rp.10.000.000,- 

dan masih ada harapan balasan pahala surga insyaallaah..

Ibarat petani, sebenarnya kita semua  juga bs memiliki peluang yang sama. 

Sungguh jual beli yang tak akan pernah menemukan kata rugi adalah berjual beli dengan Rabb kita Allah SWT.

#ceritaDiBalikCovid19
#hikmahRamadhan

*gambaran petani sayur yg hebat.

Edited by: @SatyaOo
Sabtu, 13 Juni 2020 0 Comments

KACANG yang tak pernah LUPA akan KULIT nya. #CoretanOo #37

KACANG yang tak pernah LUPA akan KULIT nya.
Sumber: bola.okezone.com

Pelajaran dari Cristiano Ronaldo...

Ketika menerima sebuah penghargaan baru-baru ini, beliau mendedikasikan untuk Alberto Fantrau

Kata Ronaldo : Benar saya adalah pemain bola terbaik, tapi semua keberhasilan itu adalah atas jasa besar sahabat saya.. Alberto Fantrau..
Hadirin saling berpandangan dan bertanya : Siapakah Fantrau ini ?

Ronaldo menyambung..
"Kami main bersama dalam tim remaja... waktu datang pencari bakat dari Sporting Lisbon.. mereka bilang.. siapa yang menjaringkan gol terbanyak akan dipilih masuk Akademi kami.

Hari itu kami menang 3-0. 
Gol pertama saya jaringkan...
Frantau membuat gol kedua dengan menanduk kedalam jaring...
Gol ketiga adalah yang membuat hadirin terpesona, Frantau bergerak dari sayap, berhadapan dengan penjaga gawang lawan dan mengocok penjaga gawang yang meninggalkan gawang kosong, kesempatan luas untuk menjebol gawang sudah di depan Frantau...
Saat itu saya sedang lari di sisi Frantau. Dari upaya untuk menjebol gawang kosong, Frantau membuat keputusan mengoper bola pada saya dan akhirnya sayalah yang menjaringkan gol ketiga. 

Dengan itu saya mendapat tempat di Akademi Bola Sporting Lisbon...
Setelah pertadingan usai saya ketemu dan bertanya "Fantrau, apa yang kamu lakukan dengan gol ketiga tadi" ?
Jawabnya : Kamu adalah pemain yang lebih baik dari saya...

Rasa ingin tahu para wartawan, menyelidik hingga bisa bertemu Alberto Fantrau. 
Mereka tanyakan kebenaran kisah yang diceritakan Ronaldo.   Beliau tegaskan bahwa itu benar dan selepas pertandingan itu karier Fantrau terus terkubur.. dari saat itu dia menganggur hingga hari ini.  

Wartawan melihat Fantrau punya rumah mewah dan mobil Mercedes terbaru parkir di garasi , dan bertanya pada  Frantau..
"Tanpa kerja tetap bagaimana anda mampu memiliki semua ini..?  
Anda tampak nyaman dengan keadaan sekarang"

Frantau menjawab : Semua ini adalah dari Ronaldo... 

Pelajaran dari kisah ini, Berapa banyak yang sanggup berbuat seperti tindakan Ronaldo dan Alberto ? 

Sebaliknya banyak diantara kita menunjukkan sikap mementingkan diri sendiri, sombong dan merasa "paling".., tidak  menghargai bantuan yang diberikan orang lain.  

Sahabat , 
Mari kita sama2 berubah, mari saling membantu dan menghargai. Apakah itu kakak beradik, handai taulan dan saudara.  

Apabila kita berhasil, bersyukurlah dan jangan jadi kacang lupakan kulit.         
            
Setiap orang yang terlibat dalam keberhasilan, jangan lupakan jasa dan budi mereka.

Semangat...

Edited by: @SatyaOo
 
;