Senin, 12 Agustus 2013 0 Comments

Life Up To the Fullest

Entah kenapa suka banget sama video ini :)


Minggu, 11 Agustus 2013 0 Comments

#LELAKITANPATEMBAKAU

0 Comments

Memilih Jurusan Berdasarkan Cita-Cita, Yakin?



SETELAH melalui masa sekolah menengah, pemilihan jurusan kuliah menjadi problem yang menghinggapi para pelajar yang baru lulus dari sekolahnya. Bagi yang sudah menetapkan jurusan tujuannya, menjalani pilihan awal bukan tanpa godaan. Para calon mahasiswa ini juga pasti akan terpengaruh pendapat teman-temannya tentang jurusan-jurusan lainnya.

Mempertimbangkan cita-cita?

Untuk memilih jurusan yang ideal, tidak ada rumusan pasti, tapi yang jelas memilih jurusan yang sejalan dengan arah cita-cita kita di masa depan adalah rumusan paling favorit dari semua orang, apakah rumusan itu tepat?

Untuk mengetahuinya tentu perlu dibahas secara runut apa implikasi dari pemilihan jurusan kuliah dengan jalur karir di masa depan dalam jurusan-jurusan tertentu misalnya, mana mungkin jika kita bercita-cita untuk menjadi dokter, tapi tidak mengambil jurusan kedokteran sebagai pilihan jurusan kuliah, melainkan jurusan lain yang tidak berhubungan dengan dunia kedokteran.

Mengingat untuk bisa masuk dalam dunia profesi dokter dibutuhkan pendidikan khusus yang dimulai sejak perkuliahan. Hal ini juga berarti mengambil kuliah kedokteran akan membawa kita pada kepastian profesi setelah masa kampus, yaitu menjadi dokter, bukan pengacara, atau yang lainnya.

Setelah mengetahui jurusan-jurusan tertentu punya konsekuensi khusus tentang keprofesian. Pertanyaan selanjutnya muncul, apakah semua jurusan punya implikasi yang sama? Tentu tidak. Jurusan-jurusan nonprofesi seperti manajemen, komunikasi, dan lain-lain. Tentu membuka jalan bagi kita untuk mengembangkan pola karir tersendiri yang bebas dari pola profesi secara umum.

Tidak ada jaminan

Sekalipun begitu, sebenarnya tidak ada jaminan, bahkan untuk jurusan perkuliahan yang memiliki jalur profesi tersendiri, bahwa para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di jurusan tersebut pasti akan mengikuti jalur profesinya.

Pengusaha ternama Chairul Tandjung misalnya, sekalipun lulusan kedokteran gigi, memilih menjadi pengusaha dan bahkan sukses dalam bidang yang sama sekali berbeda dengan jalur studi akademiknya itu. Hipotesa kita tentang rumus pemilihan jurusan yang mengaitkannya dengan mau menjadi kita apa nanti terbantahkan, lalu apa yang jadi pertimbangan paling tepat dalam memilih jurusan?

Jawaban paling benar adalah kita tidak boleh menyandarkan pilihan hanya bergantung pada satu poin pertimbangan, melainkan juga harus melihat pertimbangan lain secara komprehensif. Cita-cita, biaya, prospek, tingkat persaingan, dan lainnya. Sehingga pilihan yang kita tetapkan tidak disesali pada kemudian harinya.

Adnan Mubarak
Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa
Fakultas Hukum Universitas Indonesia 
Angkatan 2010 (//ade) 
Rabu, 03 Oktober 2012 0 Comments

Bersyukur......

 ISTIMEWANYA SYUKUR :))

* Rasa syukur membuat hidup menjadi indah....* Rasa syukur membuat yang sedikit terasa cukup....* Rasa syukur mengubah apa yang kita miliki menjadi lebih berharga..* Rasa syukur mengubah masalah menjadi hikmah....

* Rasa syukur mengubah hidangan sederhana terasa istimewa...
* Rasa syukur mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman...
* Rasa syukur mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga....
* Rasa syukur mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan...
* Rasa syukur mengubah yang tidak nyaman menjadi menyenangkan...
* Rasa syukur mengubah penolakan menjadi penerimaan....
* Rasa syukur mengubah kebencian menjadi kasih sayang....
* Rasa syukur menciptakan kedamaian dan ketenangan....
* Rasa syukur mengubah emosi menjadi latihan kesabaran....
* Rasa syukur menjadikan masa lalu sebagai kenangan manis....
* Rasa syukur menjadikan masa sekarang keindahan dan kesenangan....
* Rasa syukur menjadikan hari esok penuh harapan....
* Rasa syukur menciptakan visi ke depan yang penuh harapan....
" hidup menjadi indah dan damai''
Dengan.......'' ALHAMDULILLAH" amiin.......
Sabtu, 01 September 2012 0 Comments

Malu sebahagian dari iman

0 Comments

Modal seorang laki-laki :)



“MODAL seorang laki-laki adalah AKALNYA,

KEMULIAANNYA terletak pada AGAMANYA,


dan HARGA DIRINYA ada pada AKHLAKNYA.”


Sahabat Fillah,


Setiap orang akan DINILAI berdasarkan Akhlaknya (budi pekerti).

Jika BAIK akhlaknya maka orang akan menilainya BAIK. 

Namun bila BURUK akhlaknya maka orangpun kan menilainya BURUK walaupun ada kebajikan yg pernah dibuat.

Jaga serta pupuk terus akhlak yang baik dan perbaiki yang rusak.
Karena Akhlak yang mulia akan MULIA pula di Mata Tuhan...♥

Sumber : 

http://www.facebook.com/MutiaraAirMataMuslimah
Jumat, 15 Juni 2012 0 Comments

Mengembalikan Motivasi Diri


Pernahkah Anda berada di dalam situasi yang kurang menyenangkan? Semua hal terasa datar serta semangat mulai hilang. Ini waktunya Anda harus mengembalikan motivasi diri. Ini caranya!

1. Temukan tujuan
Salah satu cara cepat memotivasi diri adalah kembali memiliki tujuan. Coba buat daftar hal-hal yang ingin Anda capai dalam waktu dekat. Keinginan itu akan kembali memotivasi diri Anda.

2. Cari inspirasi
Setelah tujuan ditentukan, kini carilah jalan untuk mencapainya. Misal, jika Anda ingin bentuk perut menjadi langsing, coba cari ide dari selebritas pujaan yang berhasil membentuk badannya. Inspirasi akan membuat Anda makin bersemangat.

3. Minta dukungan
Motivasi akan terus berjalan baik jika Anda berada di dalam lingkungan yang mendukung. Misalnya jika Anda bertekad mendapatkan peringkat terbaik di sekolah, maka lingkungan yang terbaik adalah murid-murid yang berprestasi. Jika Anda bertekad memberikan ASI eksklusif untuk anak, maka lingkungan terbaik adalah ibu-ibu menyusui, bukan yang memberikan anaknya susu formula. Lingkungan yang tepat akan memberikan semangat jika suatu saat tekad yang Anda miliki memudar.

4. Jangan ekstrem
Jangan memasang target keberhasilan terlalu tinggi. Mulailah dari langkah kecil. Tujuannya agar Anda tak cepat kecewa. Memasang target terlalu tinggi lalu mengalami kegagalan, akan mengembalikan Anda ke posisi awal. Lebih baik capai keberhasilan tersebut perlahan namun pasti.

5. Fokus
Fokus pada tujuan dapat membantu Anda menjaga motivasi agar tak kembali hilang. Selain itu fokus juga akan membantu Anda mencapai tujuan.

6. Sabar
Tujuan Anda tak akan tercapai dengan cara yang instan. Oleh karena itu, pahami benar bahwa di tengah tujuan ada proses yang panjang. Jangan sampai proses itu membuat Anda frustasi dan kembali putus asa.

7. Hargai keberhasilan
Jika ada tujuan Anda yang sudah tercapai, jangan ragu memberi penghargaan untuk diri sendiri. Caranya bisa beragam, misalnya membelikan sesuatu untuk diri sendiri, berlibur dan sebagainya.

8. Berpikir positif
Yang terakhir, jagalah motivasi yang telah Anda bangun dengan berpikiran positif. Pikiran positif akan membuat Anda lebih bersemangat menghadapi segala tantangan hidup.

Semoga sukses!

Sumber : http://id.she.yahoo.com/mengembalikan-motivasi-diri.html
 
;